Tawuran = Militansi yang Salah Tempat


Tawuran akhir-akhir ini menjadi pemandangan yang lazim di kalangan pelajar Indonesia. Hampir semua media massa memberitakan tentang fenomena tawuran-tawuran di kalangan pelajar indonesia. Sekilas jika kita tengok fenomena tawuran memang bukan menjadi permasalahan baru di kalangan pelajar, tawuran telah menjadi masalah yang ‘turun menurun’ dan membudaya dikalangan pelajar.
Dari masalah cekcok mulut, gengsi, dan ‘menjaga tradisi’ dsb tawuran dengan sangat mudah bisa dapat terjadi di kalangan pelajar kita. Akhir-akhir ini tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 menjadi headline di media massa. Alawy Siswa belia yang tidak ikut dalam kejadian pun harus menjadi korban dari tradisi negetif tawuran pelajar tersebut.
Jika melihat dari sejarahnya tawuran banyak terjadi dikarenakan tradisi yang telah menurun dari generasi-genarasi sebelumnya, dan ketika terjadi cekcok sedikit militansi para pelajar tersebut menggebu-gebu untuk segera menghabisi sekolah yang menjadi musuh bubuyutannya tersebut. Dan yang membuat kita semakin miris adalah justru mereka merasa ‘puas’ ketika berhasil membunuh lawannya.Naudzubillah..
Tawuran ini juga tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan akhlak serta dukungan dari sekolah itu sendiri terhadapa pembinaan akhlak kepada siswa/i nya. Ketika sekumpulan siswa/i berkumpul di mushola dan melakasanakan pengajian justru di kekang dan dicurigai sebagai pola rekrutmen teroris muda dan mereka yang membawa celurit, mabuk-mabukan dan melakukan kebathilan nyata lainnya justru luput dari perhatian.
Pelajaran agama yang dalam waktu seminggu hanya 2 jam pelajaran tentulah masih sangat minim untuk kalangan pelajar khususnya disekolah umum dan negeri. Kegiatan dan pembelajaran agama di ekstrakulrikuler dan dliuar sekolah  lah yang harusnya bisa sama sama kita maksimalkan untuk membina akhlak-akhlak para pelajar indonesia, jika fenomena ini terus menerus dibiarkan tanpa ada solusi nyata, mau jadi apa bangsa ini dengan pemuda yang gemar tawuran, mabuk-mabukan, dan kenakalan-kenakalan lainnya?
Berangkat dari hal itulah saya dan seluruh tim Komunitas Pelajar Indonesia (KPI) atau yang dulu dikenal dengan Beasiswa SMA dan Pembinaan Terpadu Bina ABG (Bina Akhlak Bangun Generasi) ingin terus berkontribusi kepada pelajar dan pemuda-pemuda negeri ini guna mewujudkan pemuda dan pelajar indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.
Kami sadar pemudalah yang akan memimpin bangsa ini kedepan, untuk itu pembinaan akhlak masih menjadi concern utama kami kepada seluruh anggota dan member-member kami di Komunitas Pelajar Indonesia (KPI). Akademik para member kami pun kami perhatikan dengan program-program akademik yang menunjang prestasinya serta program-program lainnya yang insya Allah menambah skill dan kemampuan seluruh member Komunitas Pelajar Indonesia (KPI). Berikut kami cantumkan beberapa Program-program di KPI:
- Mentoring (Pembinnaan dan Konseling) dan Tahsin (Perbaikan Bacaan Qur’an)
- English and Academic (How To Goal PTN (Perguruan Tinggi Negeri))
- Entrepreneurship Club (Wanna Be Young Entrepreneur)
- IT Club (Go to Open Source, and Internet Optimazion for Student)
- Kesenian (Nasyid)
Jadwal KOPDAR 1:
Ahad/Minggu 30 September 2012 Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Tempat:
Gedung PDHI (al-hidayah)
Jl. Munggang No.50 Balekambang, Kramat Jati Jakarta Timur
Telp./fax: 021-80887328
CP: Bayu Mahardika (0838 7722 5628)
Siti Syarah (0838 70303644)
www.komunitaspelajarindonesia.ning.com
Twitter: @beasiswasma
email: smabeasiswa@gmail.com
FB: http://www.facebook.com/komunitaspelajarindo
http://www.facebook.com/pages/Bina-ABG-Hidayatul-Islam

Untuk Anda Pelajar Indonesia sgera bergabung bersama kami dan hadir di KOPDAR nya !!!
Dapatkan membership GRATISSS dan wujudkan Amazing Generation !!


Komunitas Pelajar Indonesia (KPI)
Jl. Munggang No.50 Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
Telp./Fax: 021-80887328
www.beasiswasma.com
www.komunitaspelajarindonesia.com
FB: Bina ABG Hidayatul Islam (Fans Page)
FB: Komunitas Pelajar Indonesia (Fans Page)
Twitter: @beasiswasma
email: smabeasiswa@gmail.com

Donasi Rek Bank Syari’ah Mandiri an Yayasan Hidayatul Islam Jakarta
No. Rek 7015 100 499

Comments