"Majulah wahai.. Mujahid Muda,.. Dalam satu cita tegak keadilanSingkirkan batas satukan rasa,, kebangkitan islam telah datang."
(Izis : Mujahid Muda)
Lirik nasyid diatas menunjukkan betapa besar peran pemuda dalam kebangkitan islam dimasa mendatang. dan tahukah engkau wahai pemuda??? Muhammad Al fatih panglima perang penakluk konstatinopel??? beliau adalah seorang pemuda, tetapi sudah memberi perang yang besar dalam kebangkitan islam di zamannya.
DR Yusuf Qordhowi mengatakan pemuda ibarat TNT ataupun Bom yang jika meledak akan bisa menghasilkan efek yang begitu luar biasa. Begitulah Pemuda, mempunyai semangat yang menggebu-gebu dan ketika sudah sampai klimaksnya, akan bisa menghasilkan suatu ledakan perubahan yang luar biasa.
Namun yang perlu kita garis bawahi disini, jika TNT ataupun Bom tersebut tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, maka "mubazir" lah potensi ledakan yang dihasilkan oleh pemuda tersebut. Begitulah sedikit gambaran tentang pemuda.
Pemuda juga merupakan tunas atau bibit yang akan menopang segala aspek dalam kehidupan terlebih-lebih dalam aspek Ad-dien atau agama kita khusunya Islam. Para ulama diseluruh dunia memprediksikan beberapa puluh tahun mendatang Indonesia khususnya Jakarta akan menjadi tonggak kebangkitan islam dimasa mendatang. Mungkin banyak bertanya?? kenapa Indonesia??? Bukan saudi atau negara islam lainnya??.
Jawabannya sudahlah jelas, karena kita Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak didunia. dan para ulama juga berharap besar kepada kita para pemuda muslim dimasa mendatang untuk dapat mengembalikan kejayaan islam.
Imam Syahid Hasan Al Banna juga mengatakan "Oleh karena itu sejak dulu dan sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan, dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya dalam setiap fikroh pemuda adalah pengibar panji-panjinya."
Sudah sangat jelas beberapa argumen dan fakta menunjukkan pemuda merupakan peran utama dalam setiap kebangkitan. Dan sekarang kita berkaca pada pemuda muslim khusunya di indonesia, apakah sudah siap untuk menopang "beban" mengembalikan kejayaan islam layaknya zaman khulafaurrasyidin???
Sesungguhnya masih banyak yang harus kita introspeksi wahai pemuda muslim. Melihat pemuda zaman sekarang yang memiliki identitas muslim masih jauh dari kaidah kaidah islam. Dan masih banyak juga pemuda yang belum menyadari dipundaknyalah nasib agama dan bangsa ini berada.
Dari perjalanannya keliling indonesia, Ust. M.ilyas, Lc ketua PP KAMMI pusat, mengatakan kelemahan para pemuda - pemuda indonesia adalah masih malasnya dalam membaca, kemudian kurang kuatnya dalam bermujahadah (sungguh-sungguh), malas berolahraga dan maunya instan. padahal empat aspek tersebut merupakan aspek penting yang harus diselaraskan oleh para pemuda. Membaca otomatis akan memperluas wawasan yang akan kita miliki, bermujahadah terhadap apapun juga akan membantu menghasilkan hasil yang maksimal sebgaimana dikatakan "Manjadda wa Jadda" siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya. Kemudian jarangnya berolahraga akan mengakibatkan lemahnya fisik pemuda yang harusnya mempunyai mobilitas yang tinggi untuk mencapai suatu perubahan dan hal yang instan tentunya akan berimbas buruk pada skill dan hasil yang didapat.
Jika ke-4 aspek tersebut sudah sama-sama kita perbaiki bukan tidak mungkin para pemuda muslim di indonesia ini menjadi tonggak kebangkitan islam seperti yang diprediksi para ulama-ulama di seluruh dunia. Karena seyogyanya Pemudalah generasi penerus, generasi pendobrak, dan generasi pengganti.
Pemuda dan tarbiyah merupakan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dipisahkan, karena dakwah Rasulullah SAW pun Diterima para pemuda dan ditentang para orang tua, dan dimulai dari tarbiyah lewat halaqah-halaqah kecil. Kebangkitan islam ada di pundak kita para pemuda muslim, maka dari itu bergeraklah, lakukan apa yang terbaik untuk tegakknya islam dimuka bumi. So. Moving On Wahai Pemuda Muslim !!!!
Wallahualam...
Bayu 'Beda' Mahardika
_TERORIS GALAU, PAHALA HUNTER_
Comments
Post a Comment