Perokok Indonesia "Raih Perunggu"

Jumlah perokok di Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia. Bahkan, saat ini pertumbuhan konsumsi rokok dikalangan generasi muda Indonesia merupakan yang tercepat di dunia, sedangkan di negara maju lainnya semakin menurun. 

"Berdasarkan data WHO, angka kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah mencapai 400 ribu orang per tahun. Untuk itu, pemerintah daerah harus aktif mencegah dengan memperluas zona larangan merokok," ujar Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Farid Anfasa Moeloek dalam aksi damai memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Jakarta, Ahad (29/5).
 

Belum lama ini juga kita menjadi pusat perhatian dunia karena adanya balita berusia 3 tahun yang sudah merokok di Indonesia.


Tidak heran melihat lonjakan "prestasi" para perokok di Indonesia ini mengingat iklan-iklan rokok di Media di seluruh Indonesia masih "berkeliaran" sangat bebas. mereka  yang merokok digambarkan seperti orang yang gagah dan membuat lebih percaya diri. Bahkan sering kali kita juga mendengar "Gk ngerokok gk gaul". Sentilan buat kita semua bagaimana "barang haram" ini menjadi Trend Setter dikalangan Masyarakat.

Padahal mereka sudah mengetahui dampak dari merokok seperti gangguan jantung, kanker  dan masih banyak lagi dampak lainnya yang akan merugikan baik oleh perokok itu sendiri maupun bagi orang lain yang dipaksa menjadi perokok pasif ketika berada dijalan, angkutan umum, ataupun tempat-tempat umum lainnya.

Ketika Perolahragaan Nasional haus akan prestasi Internasional,  Perokok Indonesia lah yang membawa "Prestasi" di mata dunia. Cukup Memprihatinkan.
Padahal Jika satu hari mereka menghabiskan satu bungkus Rokok misal harga Rp.10.000,- berarti dalam sebulan perokok mengeluarkan 1/4 Penghasilan UMR di Jakarta. Woow....

Comments