Begitu juga kita sebagai muslim ketika semakin kuat nilai nilai islam yang kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka Insya Allah semakin kuat pula kadar keimanan kita kepada Allah, dan sebaliknya dalam kehidupan kita jauh dari ajaran-ajaran islam maka akan hilang pula kadar keimanan kita.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan berzina seorang pelacur di waktu berzina jika ia sedang beriman. Dan tidak akan minum khamr di waktu minum jika ia sedang beriman. Dan tidak akan mencuri di waktu mencuri jika ia sedang beriman. Di lain riwayat: Dan tidak akan merampas rampasan yang berharga sehingga orang-orang membelalakan mata kepadanya, ketika merampas jika ia sedang beriman. (Bukhari, Muslim).
Sudah jelas menurut hadits tersebut ketika kita melakukan maksiat yang otomatis dalam keadaan jauh dari ajaran Islam merupakan bukan seorang mukmin. Dalam keadaan seperti itu jika berulang ulang tentunya semakin menurunkan kadar keimanan bahkan mematikan qolbu. Jika qolbu sudah mati maka tidak ada lagi rasa takut sesorang ketika melakukan maksiat. naudzubillah....
Memang Fitrah manusia jika kadar keimanan kadang naik dan turun, Akan tetapi disini dituntut keteguhan kita dan kesungguhan kita dalam "menggenggam bara api" tersebut. Kita ketika sedikit melemahkan genggaman kita maka bukan tidak mungkin membuat kita terlena dan akan hilang genggaman tersebut.
Marilah kita sebagai mukmin berusaha mengencangkan genggaman tersebut untuk senantiasa memperkuat kadar keimanan kita kepada Allah SWT.
Wallahualam..
Bayu 'Beda' Mahardika
_TERORIS GALAU, PAHALA HUNTER_
_TERORIS GALAU, PAHALA HUNTER_

Comments
Post a Comment